Tipe-Tipe Pengunjung Toko Buku

Zaman sekarang ini, zaman di mana lupa bawa powerbank lebih berbahaya daripada lupa makan, dan membaca status medsos serasa lebih wajib daripada membaca buku, sudah marak dan banyak aplikasi yang menggantikan peran fisik sebuah buku. Bisa dibilang saat ini semesta sedang menguji eksistensi buku-buku, koran, atau majalah cetak dengan hadirnya majalah, koran, atau buku digital—atau, sebutannya: bacaan on line.

Alhasil, orang-orang jadi lebih suka membaca yang on line, mungkin karena lebih praktis dan gratis (kalau numpang wifi teman atau pakai fasilitas kantor). Imbasnya, tidak sedikit penerbit, khususnya koran dan majalah, yang gulung tikar, atau paling tidak membubarkan produk cetaknya dan berganti menerbitkan dalam wujud digital atau on line.

Padahal, sebuah buku fisik bisa dibilang seperti pasangan hidup. Setampan atau secantik apa pun fotonya di layar gadget, tetap tidak bisa menggantikan sensasi saat Anda berada di hadapan atau di pelukannya. Untungnya, ternyata masih begitu banyak orang yang setuju dengan prinsip di atas. Ini terbukti dengan masih banyaknya orang yang mengunjungi toko buku fisik untuk membeli buku. Hal ini jugalah yang membuat masih banyak penerbit yang masih tegar berdiri melawan seleksi alam, termasuk penerbit tempat saya bekerja sehingga saya masih bisa beli beras setiap bulan dan anak saya masih tetap bisa gemuk.

Nah, menurut pengamatan saya, ternyata ada macam-macam tipe pembeli buku di toko buku. Apa saja dan Anda termasuk yang mana?

  1. Si Baca di Tempat … tapi Ujung-Ujungnya Nggak Beli

Bisa dibilang tipe pertama ini sebenarnya punya minat membaca yang cukup tinggi. Buktinya dia masih mau ke toko buku dan betah membaca sambil berdiri berjam-jam. Hanya saja, mungkin dia pengusung sejati prinsip: cinta membaca tidak harus memiliki. Si tipe ini bisa jadi cukup rajin mengunjungi toko buku, minimal sebulan sekali meski memang bukan untuk beli, sih. Kalau kamu lihat buku-buku di rak pajangan yang sudah terbuka segelnya, bisa jadi itu ulah si tipe ini. Baginya, toko buku sama dengan perpustakaan.

2. Si Langsung Beli Begitu Menemukan Buku yang Dicari

Kebalikan dari tipe pertama. Tipe ini memang sudah niat buat beli buku. Dia ke toko buku kalau memang ada judul yang memang sedang ingin dibaca dan dimiliki. Sebelumnya kemungkinan dia sudah riset judul apa yang mau dicari dan bagaimana isinya. Dia berada di toko buku juga tidak lama-lama. Pengin cepat-cepat pulang dan baca bukunya sambil ngopi-ngopi lucu.

3. Si Cuci Mata

Tipe ini sebenarnya bukan si tukang baca, tapi kenapa dia ada di toko buku? Ooh … mungkin menurutnya toko buku adalah tempat yang pas di mana banyak gadis cantik berotak encer (karena hobi baca) berkeliaran di sana. Bisa dibilang, baginya toko buku adalah tempat yang pas buat cari pacar atau jodoh yang cantik dan smart. Kalau pun nggak dapat jodohnya, paling tidak dia bisa melihat pemandangan bening berupa gadis-gadis cantik baca buku.

4. Si Kurir

Sama dengan tipe ketiga. Sebenarnya nggak terlalu punya minat baca, tapi kenapa di tas belanjaannya banyak sekali buku yang mau dibeli? Nah, tipe ini biasanya adalah orang yag memang mendapat perintah untuk membeli buku-buku pesanan. Mungkin titipan dari temannya, atasannya, atau memang sudah job description dia di tempat kerjanya.

 5. Si Bingung

Tipe ini sebenarnya punya hobi baca yang tinggi dan duit yang sudah disiapkan buat beli buku. Sayangnya, dia nggak tahu persis buku apa yang lagi ingin dibaca. Jadilah dia lama mondar-mandir di toko buku sampai menemukan buku yang mantap di hati untuk dibeli.

6. Si Fotografer

Meski fotografer, bawaannya bukan kamera digital DSLR, melainkan kamera ponsel. Memangnya mau memotret apa di toko buku? Bukan, bukan mau memotret gadis-gadis cantik yang lagi membaca di sana, melainkan memotret halaman demi halaman buku yang lagi dijual buat dibaca di rumah. Hehe … niat banget, yah.

Nah, itulah tadi berbagai tipe pembeli atau pengunjung yang ada di toko buku. Mungkin masih banyak tipe-tipe lain menurut versi Anda. Yang pasti, banyaknya pengunjung toko buku menujukkan bahwa buku-buku fisik masih banyak dicintai. (D. Kurniawan)

Leave a Reply